Cerpen
Sendu dibawah Senja
Oleh : Ardhika Ichda
Aku pernah bertemu dengannya sekali selama 20 tahun ini. Masih teringat sekali aku dengan perawakannya, tapi sayang ..... aku lupa dengan wajahnya. Di kala itu senja telah menyelimuti halte bus itu, aku masih ingat orang itu membawa beberapa tas jinjing di tangan kanan dan tangan kirinya. memakai baju seadanya dengan rambut tergulung di bagian belakang kepalanya. dan pipinya kilap terkena air mata dan sinar matahari senja. aku tidak tau mengapa dia menangis, waktu itu aku masih berumur 5 tahun dan belum mengerti permasalahan rumah tangga.
Yang aku ingat, sore itu ada wanita datang kerumah kami. Tapi ayahku marah-matah padanya, membentak-bentak dia dan mengusir wanita itu. tanpa aku tau mengapa. Lantas dia memelukku lalu pergi begitu saja. ayah masuk ke kamarnya dan tanpa sepengetahuannya aku mengikuti wanita itu hingga di halte depan gang rumah kami.
Itu terakhir kali aku bertemu dengannya, sampai sekarang umurku 25 tahun aku masih belum tau siapa wannita itu.
Dua bulan kemudian, aku dilamar teman kerjaku di kantor. Kami sudah mendapat restu dari keluargaku dan dari keluarga calon suamiku.
Tapi, ada yang ganjil. Ibu. Dimana ibuku berada, dari kecil aku tidak pernah bertanya tentang ibu pada Ayah. Aku lebih banyak menyimpannya sendiri. Pernah sekali aku bertanya tentang ibu pada Ayah. Tapi yang aku dengar hanya suara jam dinding yang berdetak mengajak jarum yang lain berpindah tempat. Yang aku tau, jika Ayah tidak menjawab sebuah pertanyaan berarti dia tidak suka dengan pertanyaan yang di berikan.
Sudah sebulan ini aku berusaha mencari keberadaan wanita itu, aku tidak akan menyerah dan akan tetap mencari wanita itu. Yang ternyata dia adalah ibuku...
Komentar
Posting Komentar