KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT
Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya
sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya
yang sangat sederhana. Makalah sederhana ini
dibuat sebagai tugas untuk mata kuliah “Komputer Dan Masyarakat”. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan
saya
semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Saya akui Makalah
ini masih
banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Kediri, 11 Desember 2017
Ardhika Ichda Shafira
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dizaman
teknologi seperti sekarang, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
berkembang pesat seolah menjadi kebutuhan penting bagi manusia dan masyarakat.
Perkembangan zaman yang diiringi kemajuan teknologi, mendorong kita untuk
senatiasa berupaya meningkatkan kemampuan dalam hal penguasaan teknologi
informasi. Namun secara tidak langsung telah merubah nilai-nilai moral
masyarakat karena marakya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Sangat disayangkan, Internet misalnya yang saat ini sering disalahgunakan
seperti bayaknya kejahatan cyber yang terjadi, berbagai pembajakan dan kasus
– kasus lainnya.
Dalam
hal ini kita harus memperhatikan kode etik dalam profesi IT. Kode etik adalah
sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas
menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi
profesional.
Karena
teknologi informasi sekarang ini berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai
pengguna, maka dalam makalah ini akan dibahasa tentang “Penerapan Etika Profesi
Dalam Bidang Progammer”.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa
pengertian Etika Profesi?
2. Bagaimana
Etika profesi dalam bidang Progammer?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui
pengertian dari Etika Profesi
2. Mengetahui
apa saja Etika yang harus di patuhi oleh seorang Progammer
3. Memenuhi
tugas mata kuliah Etika Profesi.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Etika Profesi
1. Pengertian Etika Profesi
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti sebagai
berikut :
1. Ilmu
tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral
(akhlak).
2. Kumpulan
asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3. Nilai
mengenai benar dan salah dianut suatu golongan masyarakat.
4. Atau
Etika merupakan refleksi atau apa yang disebut dengan self kontrol, karena
segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok
sosial (profesi) itu sendiri.
Profesi
adalah pekerjaan yang dilakukan berkaitan dengan keahlian khusus dalam bidang
pekerjaannya.
Profesional
adalah orang yang mempunyai atau menjalankan profesi dan hidup dari pekerjaan
itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Setiap profesional
berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari perbuatan luhur.
Dalam melaksanakan tugas profesinya, para profesional harus bertindak objektif,
artinya bebas dari rasa malu, sentimen , benci, sikap malas dan enggan
bertindak.
Dalam
pekerjaan atau jabatan menuntut kewajiban, keahlian serta keterampilan
pelakunya, hal ini disebut dengan Profesi. Tapi tidak berarti pekerjaan
merupakan profesi.
Ciri-Ciri
Etika Profesi
Berikut
ini adalah 5 ciri khas Profesi yaitu:
1. Suatu
bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang
dan diperluas.
2. Suatu
teknik intelektual.
3. Penerapan
praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
4. Suatu
periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
5. Beberapa
standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
2.2 Etika Profesi Bidang Programmer
Dalam
lingkup Progammer, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip
atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara progammer dengan klien,
antara para professional sendiri, antara organisasi programmer serta organisasi
progammer dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional
dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
Programmer,
bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis, yaitu membuat program
(baik aplikasi maupun sistem operasi).
Seorang
profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus
ia perhatikan seperti :
1. Untuk
apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya
2. Progammer
dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari
3. Pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker,
dll).
4. Progammer
menjamin tidak adanya kesulitan klien untuk pengoperasian program aplikasi.
2.3 Etika Programmer
Etika
Programmer merupakan aturan aturan yang harus dipatuhi dan ditaati oleh
programmer. Tidak boleh dilanggar untuk alasan apapun demi menjaga kehormatan
programmer yang ada. Dan juga untuk menjaga kepercayaan klien pada programmer.
Berikut
adalah beberapa contoh kode etik untuk para programmer:
1. Seorang
Programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
2. Seorang
Programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
3. Seorang
Programmer tidak boleh menulis dokumentasi dengan sengaja untuk membingungkan
atau tidak akurat.
4. Tidak
boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua
tanpa ijin.
5. Tidak
boleh mencuri software khususnya development tools.
6. Tidak
boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk
mengambil keunutungan dalam menaikkan status.
7. Tidak
boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
8. Tidak
pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
9. Tidak
boleh mempermalukan profesinya.
10.Terus
mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.
2.4
Pelanggaran Etika Profesi Dalam Bidang
Programmer
Berikut ini adalah pelanggaran Etika Profesi Dalam Bidang Programmer
1. Seorang
Programmer dengan sengaja membuat dan mendistribusikan Malware.
2. Seorang
Programmer menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
3. Seorang
Programmer mendokumentasikan dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak
akurat.
4. Sengaja
mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa
ijin.
5. Mencuri
software khususnya development tools.
6. Dengan
sengaja menulis kode yang menjatuhkan kode programmer lain untuk
mengambil keunutungan dalam menaikkan status.
7. Membeberkan
data-data penting karyawan dalam perusahaan secara disengaja.
8. Dengan
sengaja mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
9. Bertindak
buruk dan mempermalukan profesinya.
10.Tidak
mengikuti perkembangan ilmu komputer sehingga kurangnya pengetahuan.
2.5 Hak-hak Profesionalitas
Seorang programmer mempunyai hak yang seiring dengan tanggungjawab
mereka. Dan tidak semua hak timbul akibat status professional dalam bidang
pekerjaan. Ada hak-hak individual yang tidak memperhatikan status
profesinal, termasuk hak privasi, hak berpartisipasi dalam kegiatan diluar
lingkungan pekerjaan dan hak melakukan protes.
Hak programmer yang paling mendasar adalah hak kesadaran moral
professional. Hak yang mencakup untuk melakukan penilaian professional dalam
mencabut tanggungjawab dan kewajiban seseorang dalam melakukan penilaian dengan
cara yang beretika. Hak kesadaran moral professional memeiliki banyak aspek,
seperti hak penolakan berdasarkan moral.
2.6 Profesionalitas
Profesionalitas merupakan sikap dari anggota profesi yang
menguasai dengan sungguh-sungguh akan profesinya. Profesionalitas adalah
sebutan terhadap kualitas sikap dari anggota suatu profesi terhadap profesinya
serta kualitas pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat
melakukan tugas-tugasnya. Kata profesionalitas berasal dari kata professional
yang berarti seseorang yang mempunyai pekerjaan dengan standar waktu tertentu
dengan mengandalkan keahlian yang ia miliki. Dan seseorang yang professional
itu ialah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan keahliannya tersebut..
Para programmer bekerja untuk clientnya. Client tersebut biasanya
membuat beberapa permintaan kepada programmer yang harus ia penuhi. Disinilah
para programmer harus menunjukkan ke profesionalitasnya dalam menyelesaikan
pengerjaannya. Dari awal untuk pembuatan program harus dipikirkan secara
matang-matang, mulai dari designnya, fiturnya serta program tersebut bisa
berjalan. Selain itu programmer harus ingat bahwa programnya tersebut harus
bisa dikembangkan tanpa merombak ulang database dan lainnya yang dapat
berakibat fatal.
Syarat profesionalitas yang harus dimiliki programmer ialah:
1. Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya.
2. Penguasaan profesi berdasarkan riset, bukan hanya teori saja.
3. Pengembangan kemampuan professional yang berkesinambungan.
Perlu diingat para programmer tidak dapat membuat program sesuai
keinginannya, tapi harus memperhatikan aturan program sampai hal tersebut
selesai. Dan harus bisa mempertimbangkan apa program itu telah sesuai dengan permintaan
client. Seorang programmer juga harus mampu menerapkan keamanan pada system
kerja programnya agar terlindungi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung
jawab.
Ciri-ciri profesionalisme yang dibutuhkan seorang programmer
ialah:
1. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang luas di bidang IT.
2. Memiliki pengetahuan yang luas di komunikasi dengan manusia maupun
masyarakat.
3. Tanggap terhadap masalah client, serta paham atas isu-isu etis.
4. Mampu bekerja sama (Team Work).
5. Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila
dihadapkan pada situasi untuk pengambilan keputusan yang berakibat luas
terhadap masyarakat.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Setiap profesi pasti mempunyai etika masing-masing. Pada profesi programmer
belum ada undang-undang khusus yang telah dibuat. Oleh sebab itu, programmer
harus bisa menjaga amanat dan tidak main-main dalam pekerjaannya seperti
project dengan clientnya. Para programmer juga harus jujur mengenai
program yang dibuatnya bukan mengambil dari milih orang lain. Serta jangan
melakukan tindakan kejahatan melalui computer dengan kemampuan yang ia miliki
demi untuk mengukur kemampuannya.
3.2. Saran
Seorang programmer harus bisa memiliki softskill dan hardskill. Dan etika
merupakan kunci utamanya. Selain itu programmer harus memiliki kemampuan
memehamai kode, pengimplementasian serta algoritma program yang dibuatnya.
DAFTAR PUSTAKA
Tes
BalasHapus