Cerpen
From : .........
To : .......
Aku kehilanganmu sekitar 6 bulan yang lalu. Aku selali
mencoba untuk selalu bisa berdiri tegak. Kenyataannya aku masih bisa berdiri
tegak meski tak setegak dulu. Entah kekuatan apa yang merasukiku hingga aku
bisa stegar ini. Pernah aku menangis karena merindukanmu. Tapi ketahuilah, aku
tidak pernah membiarkan teman teman, shabat terutama Ibu dan Adik melihat
setiap bulir airmata yang aku teteskan.
Bagiku mereka terlalu berharga jika hanya untuk mendengarkan
keluh kesahku. Meski tidak jarang aku
menangis. Tapi aku selau berusaha menyembunyikan tangisanku dari mereka semua. Terutama
Ibuku, dia sudah terlalu berat menanggung hidup kami. Apalagi jika harus
melihatku menangis. Terkadang aku menangis disaat aku sedang berdoa sehabis
sholat. Terkadang aku menangis sebelum aku terlelap.
Aku selalu berusaha tampak ceria tanpa beban dihadapan orag
orang yang aku sayangi. Terkadang aku sudash lupa kalau dirimu sudah tiada. Mungkin
karena aku lebih sering menghabiskan waktu denganmu daripada dengan Ibu dan
Adik. Tak jarang juga aku merasa kalau dirimu masih bersama kami. Ibu sendiri
jiga pernah merasakn hal seperti itu.
Tapi aku selalu yakin jika ini semua memanglah keputusan
ALLAH. Dan tidak pernah ada kekeliruan dalam keputusan ALLAH. Tidak mungkin aku
selalu menangis merindukanmu, melebihi rinduku pada ALLAH. Menurutku itu akan menjadi
beban untukmu. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah melakukan apa yang benar
benar aku sukai dan aku niati.
Oh ya. Dirimu pernah bilang bahwa di masa depan aku akan
jadi orang yang berhasil dan aku menjawab ak akan berusaha semampuku untuk mewujudkannya.
Masihkah dirimu ingat itu?
Ayah .........
Tamat.

yang sabar yaa mboks :')
BalasHapusI know you is strong woman
semangaat :')